Dalam rangka kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan membangun gerakan solidaritas penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan strategi mendorong sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menentang kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Disisi lain pelindungan terhadap pekerja migran masih jauh panggang dari pada api. Tata kelola pelindungan pekerja migran belum dapat menjawab kebutuhan masyarakat khususnya pekerja migran, masih banyak dijumpai kasus-kasus pekerja migran pada saat pra penempatan, saat penempatan hingga pasca penempatan. Mulai dari kasus biaya penempatan yang mahal, gagal berangkat, hak-hak pekerja migran yang terabaikan, kemudian banyaknya kekerasan yang dialami pekerja migran hingga kasus TPPO bahkan yang lagi marak adalah kasus online scamming.

Terkait dengan kasus-kasus yang dialami pekerja migran dan upaya membangun tata kelola pelindungan pekerja migran yang lebih baik, di tingkat desa telah diselnggarakan MusrenbangDesa Tematik pekerja Migran di 13 Desbumi di Kab. Wonosobo pada 11 – 14 November 2025 dan 18 – 20 November 2025 di balai desa masing-masing dengan hasil adanya rekomendasi bagi Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten Wonosobo terkait isu-isu strategis dan usulan-usulan strategis pekerja migran Indonesia dan keluarganya.
Oleh karena itu melalui Program Inklusi, kami Social Analysis and Research Institute (SARI) bersama Pemerintah Kab. Wonosobo bekerja sama Migrant CARE Jakarta akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan kampanye 16 HAKPT dan MusrenbangKab. Tematik Pekerja Migran Kab. Wonosobo sekaligus untuk persiapan peringatan Hari Pekerja Migran Sedunia 18 Desember 2025 dan Musrenbangnas Tematik Pekerja Migran Indonesia di Kab. Banyuwangi Jawa Timur.

Tujuan dari kegiatan Musrenbangkab Tematik ini antara lain : Mengkonsolidasikan segenap pengalaman dan pengetahuan mengenai kerentanan dan inovasi komunitas untuk pelindungan dan pemberdayaan perempuan, anak dan pekerja migran Kab. Wonosobo. Mengajak semua orang untuk turut terlibat aktif sesuai dengan kapasitasnya dalam upaya membangun dan mewujudkan tata kelola pelindungan pekerja migran Indonesia dan keluarganya yang lebih baik melalui Musrenbangkab Tematik Pekerja Migran Kab. Wonosobo.
Dan kegiatan Workshop Musrenbangkab Tematik Pekerja Migran Indonesia Kab. Wonosobo dengan merumuskan isu-isu strategis dan usulan-usulan strategis dalam rangka mewujudkan tatakelola pelindungan pekerja migran Indonesia dan keluarganya dengan menghadirkan delegasi-delegasi 13 Desbumi di Kab. Wonosobo dan OPD terkait seperti Bappeda, Disnakertrans, Dinkop dan UKM, Dinsos dan PMD, DPPKBPPPA, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, BLK, Imigrasi, DLH, BPBD dan PPT Kab. Wonosobo.
Kegiatan ini diikuti oleh OPD Kab. Wonosobo antara lain : Bappeda, Disnakertrans, Dinkop dan UKM, Dinsos dan PMD, DPPKBPPPA, BLK, Rumah Kemasan, Imigrasi dan PPT Kab. Wonosobo, 4 Camat Sukoharjo, Leksono, Watumalang dan Kertek serta anggota kelompok PMI di 13 Desbumi dengan total peserta 80 orang.



