Tuesday, January 13, 2026
spot_img
HomeBlogKampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kab. Wonosobo...

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kab. Wonosobo Th 2025

16 HAKTP adalah gerakan global untuk menentang kekerasan terhadap perempuan dan anak. Gerakan ini dimulai 25 November sebagai Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan hingga 10 Desember sebagai Hari Hak Asasi Manusia. Mengapa 16 HAKPT selalu diperingati di Indonesia. Angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia sangat tinggi. Menurut data SIMPONI-PPA dari 1 Januari – November 2025, data kekerasan terhadap perempuan dan anak yang paling banyak adalah kekerasan seksual 12.381 orang diikuti kekersan fisik 9.755 orang, kekerasan psikis 8.943 orang, penelantaran 2.124 orang, TPPO 396 orang, eksploitasi 359 dan lainnya 3.110 orang. Adapun korban dengan jenis kelamin laki-laki 6.034 orang dan perempuan 24.288 orang.

Sedangkan di Kab. Wonosobo, data kasus kekerasan perempuan dan anak menurut UPIPA tahun 2023 ada 96 kasus, rinciannya yang paling tinggi adalah kasus kekerasan psikis 35 orang, kekerasan fisik 19 orang, kekerasan seksual 18 orang dan penelantaran 17 orang dengan jumlah korban perempuan 64 orang dan anak-anak 32 orang.

Sementara data PPT Desbumi 13 desa di Wonosobo pada semester kedua 2025 PPT di 13 Desbumi di 4 kecamatan, di Wonosobo mengalami peningkatan dalam hal pelaporan dan layanan yakni Layanan informasi 21 orang, layanan rujukan 21 orang, layanan kasus perlindungan sosial 25 orang, layanan surat ijin keluarga mengetahui Kepala Desa 15 orang, layanan dokumen kependudukan 12 orang, layanan pendampingan ekonomi 8 orang, layanan pengaduan kasus 2 orang dengan jumlah keseluruhan 104 orang. 

Dalam rangka kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan membangun gerakan solidaritas penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan strategi mendorong sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menentang kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Disisi lain pelindungan terhadap pekerja migran masih jauh panggang dari pada api. Tata kelola pelindungan pekerja migran belum dapat menjawab kebutuhan masyarakat khususnya pekerja migran, masih banyak dijumpai kasus-kasus pekerja migran pada saat pra penempatan, saat penempatan hingga pasca penempatan. Mulai dari kasus biaya penempatan yang mahal, gagal berangkat, hak-hak pekerja migran yang terabaikan, kemudian banyaknya kekerasan yang dialami pekerja migran hingga kasus TPPO bahkan yang lagi marak adalah kasus online scamming.

Oleh karena itu melalui Program Inklusi, kami Social Analysis and Research Institute (SARI) bersama Pemerintah Kab. Wonosobo bekerja sama Migrant CARE Jakarta akan menyelenggarakan kegiatan kampanye 16 HAKPT dengan tema “Kita Punya Andil, Kembalikan Ruang Aman”

Tujuan :

  1. Menggalang gerakan solidaritas penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak melaui pentas budaya khas Wonosobo.
  2. Mengkonsolidasikan segenap pengalaman dan pengetahuan mengenai kerentanan dan inovasi komunitas untuk pelindungan dan pemberdayaan perempuan, anak dan pekerja migran Kab. Wonosobo.
  3. Mengajak semua orang untuk turut terlibat aktif sesuai dengan kapasitasnya dalam upaya membangun dan mewujudkan tata kelola pelindungan pekerja migran Indonesia dan keluarganya Kab. Wonosobo yang lebih baik .

Out put :

  1. Adanya gerakan solidaritas penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
  2. Terkonsolidasikannya segenap pengalaman dan pengetahuan mengenai kerentanan dan inovasi komunitas untuk pelindungan dan pemberdayaan perempuan, anak dan pekerja migran Kab. Wonosobo.
  3. Adanya dukungan OPD untuk turut terlibat aktif sesuai dengan kapasitasnya dalam upaya membangun dan mewujudkan tata kelola pelindungan pekerja migran Indonesia dan keluarganya Kab. Wonosobo yang lebih baik.

Bentuk Kegiatan :

  1. Bazar Produks UMKM 13 Desbumi Wonosobo, menampilkan berbagai macam produks UMKM Desbumi Wonosobo mulai dari aneka makanan kering, aneka makanan basah dan kerajinan tangan berupa batik tulis dan eco print.
  2. Pentas Budaya Wonosobo, adalah kegiatan yang menampilkan berbagai macam pertunjukan seni dan budaya seperti tari, musik, teater bahkan upacara tradisional dalam rangka untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya, menghargai tradisi yang ada dan ajang mengembangkan bakat seni dan meningkatkan kreativitas pekerja migran di Desbumi 4 (empat ) kecamatan yakni Kec. Sukoharjo, Leksono, Watumalang dan Kertek.
  3. Pemutaran film, sebagai ajang kampanye terhadap dampak kekerasan yang dialami oleh perempuan pekerja migran untuk saling menguatkan dan membangun solidaritas bersama menentang kekerasan terhadap perempuan, anak dan pekerja migran.
  4. Talk Show kampanye 16 HAKTP tentang maraknya kasus kekerasan, TPPO dan online scamming bersama Narasumber Desbumi Wonosobo, SARI, UPIPA dan DPPKBPPPA tentang Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan, Anak dan Pekerja Migran.

Link YouTube Acara Kegiatan Kampanye 16 HAKTP :

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

× Hubungi Kami